12.14.2009

Masa Kehamilan

masa kehamilan

Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.
0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.
4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan

8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.
12-16 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
16-20 Minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.
20-24 Minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
24-28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
28-32 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
36 Minggu
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Jenis Kelamin Pada Bayi

Faktor-Faktor Yang Menentukan Jenis Kelamin Pada Bayi


�Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja.� Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Bisa! Usaha pertama yang harus dilakukan tentu saja dengan berdoa dan meminta langsung pada Sang Maha Pencipta. Cara lainnya, selalu berusaha dan berusaha terus sampai keinginan kita terkabul dan tentu saja dengan cara yang aman dan dihalalkan. Secara ilmiah, penentuan jenis kelamin calon bayi sangat dipengaruhi oleh jenis kromosom yang berhasil menjangkau sel telur. Bila kromosom X yang membuahi sel telur, maka akan lahir bayi perempuan. Sebaliknya, bila kromosom Y yang membuahi, maka akan lahir bayi laki-laki. Sifat kromosom X berbeda dengan kromosom Y. Kromosom X, meski masa hidupnya lebih lama, tetapi memiliki kemampuan "berenang" lebih lambat dibandingkan dengan kromosom Y. Sedangkan kromosom Y itu perenang tangkas meski masa hidupnya lebih pendek. Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat menentukan jenis kelamin pada calon buah hati Anda, diantaranya: 1. Faktor makanan * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam, mineral kalium dan natrium. Makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium adalah: sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, ganggang laut, kacang-kacangan, susu, dan lain-lain. Makanan yang banyak mengandung asam, kalium dan natrium adalah daging, makanan laut (sea food), garam, teh, dan lain sebagainya.. * Jika menginginkan bayi laki-laki Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, mineral, dan magnesium. Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline, mineral kalsium dan magnesium (lihat jenis makanan diatas). 2. Faktor waktu (kapan berhubungan) * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 2�3 hari sebelum ovulasi (masa subur). Dengan demikian, hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sampai menunggu sel telur terlepas dari ovarium. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim. * Jika menginginkan bayi laki-laki Waktu berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya. Bagaimana mengetahui periode masa haid? Pada saat temperatur atau suhu tubuh meningkat. Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record dan alatnya dapat dibeli di apotek-apotek. 3. Faktor penetrasi * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur. * Jika menginginkan bayi laki-laki Suami disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam pada saat berhubungan, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim. 4. Faktor Orgasme * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama berhubungan. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y. * Jika menginginkan bayi laki-laki Upayakan istri dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan. 5. Faktor persiapan istri * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Sebelum coitus, basuh vagina dengan 2 sendok makan larutan white vinegar/cuka yang sudah dicampur dalam 1 liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun. * Jika menginginkan bayi laki-laki Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda kue yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih, sehingga suasana menjadi basa. 6. Faktor posisi * Jika menginginkan seorang bayi perempuan Disarankan posisi waktu berhubungan adalah yang klasik/berhadapan yaitu, posisi istri di atas suami sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim. * Jika menginginkan bayi laki-laki Posisi suami pada waktu berhubungan berada di atas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur). Dan bagaimanakah cara menghitung masa ovulasi atau puncak masa subur seorang wanita? Silahkan lihat keterangan di bawah ini: * Diketahui tanggal awal masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 05. * Diketahui tanggal akhir masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 27. * Rumus: (tanggal akhir setiap bulannya � tanggal awal setiap bulannya) / 2 = n; * kemudian n + tanggal awal masa bersih dari seorang perempuan = masa ovulasi atau puncak masa suburnya seorang perempuan Contoh: (27 � 05) /2 = 11; 05 + 11 = 16, jadi�setiap hari ke 16 dari sejak awal bersihnya seorang perempuan adalah puncak masa subur dari seorang perempuan atau masa ovulasi. Selamat Mencoba !!! Sumber: Berbagai sumber

Bahan Makanan Pereda Keluhan Saat Hamil

Bahan Makanan Pereda Keluhan Saat Hamil



Saat sedang mengandung, seorang wanita kerap mengeluh karena mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti misalnya rasa mual yang sering muncul di pagi hari, diare, atau bahkan kesulitan buang air besar. Seringkali selera makan turut serta menyurut seiring dengan munculnya keluhan-keluhan tersebut. Ada pula ibu hamil yang merasa kehilangan selera makannya, padahal...asupan nutrisi selama hamil sangat menentukan kesehatan ibu dan janin, lho. Oleh karena itu, berikut ini kami coba berikan beberapa contoh keluhan yang sering dirasakan oleh wanita hamil beserta resep praktis untuk mengatasinya: - Munculnya rasa mual pada pagi hari Cobalah untuk makan biskuit (crackers), sereal, atau pretzel sebelum tidur. Usahakan untuk mengurangi porsi makanan, tetapi menambah frekuensi makannya. Hindari makanan berlemak, termasuk gorengan. - Kesulitan buang air besar Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Ditambah lagi, usahakan untuk selalu mengikuti anjuran minum air sebanyak 6 hingga 8 gelas per hari. - Diare Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung pektin dan gum, kedua jenis serat ini dipercaya mampu menyerap kelebihan air. Contoh makanan yang mengandung kedua serat tersebut, antara lain: saus apel, pisang, nasi putih, oatmeal, roti gandum, dan selai kacang. - Jantung berdebar Makanlah dalam porsi kecil dengan frekuensi yang lebih sering. Usahakan untuk minum susu sebelum makan dan batasi asupan makanan serta minuman yang mengandung kafein. Jangan menuruti selera makan yang menurun, apalagi sampai tidak makan. Hal tersebut bisa menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim. Bukankah semua Bunda pasti menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang sehat...? Jadi... silahkan mencoba! Mudah-mudahan bermanfaat ya, Bunda...

12.12.2009

Merencanakan Kehamilan : 10 Cara Meningkatkan Kesempatan Hamil

Merencanakan kehamilan di masa kini jauh lebih sulit dibanding zaman dulu. Faktor gaya hidup yang penuh tekanan membuat fertilisasi menjadi lebih sulit dibanding titik mana pun dalam sejarah.

Artikel Newsweek 2007 menyebut kemandulan sebagai“masalah umum yang diperkirakan menimpa enam juta pasangan Amerika.” Satu studi atas 18.000 perempuan menemukan “satu dari enam perempuan memiliki kesulitan dalam merencanakan kehamilan.”

Beberapa kebiasaan umum kita mungkin bertentangan dengan proses fertilisasi yang cepat dan sehat. Untuk mempercepat terjadinya konsepsi dan me-ningkatkan kesempatan memiliki bayi yang sehat, ada beberapa faktor gaya hidup yang perlu dipertimbangkan sebelum dibawa ke dokter ahli hormon.

Berikut adalah daftar sepuluh fakta yang dapat digunakan untuk mengurangi efek stres, membangun tubuh yang lebih sehat, dan menyusun kehamilan yang cepat dan alami.

Fakta 1: Stop merasa cemas

Relaks dan menjaga agar tidak stres merupakan dukungan yang paling kuat terhadap kesuksesan proses konsepsi. Memiliki pandangan jiwa yang positif.

Perempuan yang mencemaskan proses fertilisasi akan memiliki kemungkinan mengalami fertilisasi lebih kecil, kata studi yang diterbitkan oleh American Society for Reproductive Medicine.

Fakta 2: Hindari pemanis buatan

Dr. Louis Elsas, direktur genetika pada Emory University School of Medicine, merekomendasikan bahwa “ibu hamil sebaiknya menghindari bahan pemanis aspartam (pemanis sintetis non-karbohidrat),” seperti Equal dan NutraSweet. Bahan pemanis ini dapat “mengganggu pertumbuhan otak janin” dan menyebabkan “penurunan laju pertumbuhan bayi baru lahir” menurut Mercola.com. Situs kesehatan holistik ini menuliskan salah satu efek samping Splenda yang beracun dapat menyebabkan keguguran.

Untuk pilihan pemanis tanpa kalori, stevia (sejenis pemanis dari herbal) murni, tanpa bahan kimia aditif merupakan pilihan yang terbaik.

Fakta 3: Hindari kafein

Minum lebih dari 300 miligram kafein dapat mengurangi kesuburan 27 persen, menurut American Pregnancy Association. 16 ons (grande) gelas kopi Starbucks mengandung 259 miligram sampai 400 miligram kafein.

Terlalu banyak kafein dikaitkan sebagai penyebab keguguran spontan, lapor New England Journal of Medicine November 1999. Mempertimbangkan efek samping kafein yang ekstrem kuat, mungkin merupakan gagasan yang baik untuk menghindari semua bentuk kafein.

Fakta 4: Hindari pestisida

Sulit untuk meneliti efek pestisida pada alat reproduksi manusia, tetapi banyak ahli, seperti Carol Simontacchi menduga, pestisida dapat mengganggu sistem hormonal dan sistem jaringan dalam perkembangan bayi. Dia juga menunjukkan di dalam bukunya, “The Crazy Makers,” bahwa tujuan pestisida adalah membunuh hama dan serangga atau membuat mereka steril, yang, tentu saja, menjadi kontra produktif.

Fakta 5: Hindari kedelai

Menghindari makanan berbahan kedelai mungkin membantu kesempatan Anda mendapatkan reproduksi yang sehat dan cepat. Kedelai fitoestrogen adalah hormon pengganggu yang kuat, kata Sally Fallon dalam bukunya “Nourishing Traditions.”

Pada 2006, Medical News Today melaporkan, “Ada literatur mengenai pertumbuhan tubuh yang menunjukkan kemungkinan besar konsekuensi merugikan (mengenai kedelai) pada sistem reproduktif.”

Fakta 6: Singkirkan racun rumah tangga

Banyak produk rumah tangga mengandung senyawa endokrin pengganggu, yang menempatkan organ reproduktif manusia dalam risiko, menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat dan Environmental Working Group pada 2003. Penilaian EPA terhadap PFOA, bahan kimia yang ditemukan pada alat masak berlapis Teflon, penghilang noda, produk makanan kemasan, dan kosmetik. Bisphenol A, bahan pengganggu endokrin terdapat di dalam wadah berbahan plastik, botol plastik, dan kemasan plastik. Phthalates, jenis endokrin lain ditemukan di shampo, deodoran, minyak wangi, hair spray, dan pemulas kuku.

Jika Anda menyentuh produk ini, mengonsumsi makanan dari wadah produk ini, atau hanya menghirup produk ini, mereka akan langsung memasuki tubuh Anda. Sebagai alternatif, Anda dapat membeli bahan pembersih rumah tangga dan bahan perawatan mandi di toko makanan kesehatan, menggunakan wadah berbahan kaca, dan memasak dengan alat masak tanpa Teflon.

Fakta 7: Makanan bukan olahan bagi Ibu

Di The Fertility Diet, para peneliti Harvard menyarankan konsumsi makanan yang tidak diolah seperti sayur-mayur, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, dan menghindarkan lemak trans (lemak trans merupakan lemak tak jenuh yang terbentuk akibat proses hidrogenasi yakni pencampuran hidrogen dalam minyak sayur) dan susu skim untuk meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan.

Tampaknya makanan olahan seperti tepung dan gula dapat mengurangi kesempatan Anda menjadi hamil. Kita mengetahui bahwa memilih makanan yang tidak diolah menyediakan sel pembangun tubuh yang berkualitas bagi apapun yang diproduksi tubuh Anda termasuk hormon reproduktif.

Makanan yang tidak diolah meliputi sayur-sayuran segar, buah-buahan, daging bebas hormon, ikan segar, telur, butir gandum, susu yang tidak disterilkan, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Fakta 8: Makanan tidak diolah bagi suami

Di artikelnya, “Eat to Get Pregnant,” ahli gizi Victoria Greaves mengatakan fertilisasi mungkin juga tergantung dari apa yang dikonsumsi pasangan Anda. Dia menyebutkan beberapa bahan nutrisi yang dapat meningkatkan jumlah, mobilitas, dan kemampuan sperma untuk menembus sel telur.

Nutrisi itu meliputi seng, B12, selenium, vitamin E, dan beberapa asam lemak penting. Hampir sama dengan The Fertility Diet, makanan yang dia sarankan untuk para suami adalah makanan organik dan bukan olahan, termasuk kerang-kerangan, kuning telur, kacang-kacangan, biji-bijian, butir-butir gandum, keju, buah-buahan, sayur-mayur, dan daging.

Dia juga menyarankan untuk minum banyak air putih dan mengonsumsi lemak yang sehat.

Fakta 9: Pastikan tidur dan berjemur pagi secara rutin

Irama circadian yang baik dapat membantu konsepsi Anda. Mary Kittel dan Dr. Deborah Metzger, pengarang Stay Fertile Longer, menuliskan bahwa kurang tidur dapat mendorong ketidakseimbangan hormon dan ke-tidakteraturan haid, yakni faktor-faktor yang dapat “menunda waktu yang dibutuhkan untuk hamil.”

Mereka merekomendasikan agar menjaga waktu tidur dan bangun secara konsisten selama tujuh hari dalam satu minggu, berjemur pagi selama satu jam setiap hari, dan gunakan cahaya yang tidak terlalu terang ketika sore tiba.

Fakta 10: Bergerak sehari-hari

Melakukan latihan dalam sehari-hari dapat membantu proses fertilisasi. Latihan yang cukup menunjukkan peningkatkan fungsi tubuh, termasuk reproduksi, menurut Dr. Jeffrey Keenan Southeastern Center for Fertility and Reproductive Surgery. Perempuan yang menderita obesitas memiliki sedikit kesempatan mendapatkan kehamilan secara alami, menurut Academic Medical Center di Amsterdam. Salah satu cara untuk menghindari kegendutan adalah dengan berlatih.

tips Merencanakan kehamilan

Dengan mengetahui masa subur, tentu akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

1.Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi
2.Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum
3.Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan intim untuk mendapatkan kehamilan
4.Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas


Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu pada masa subur tetapi hubungan intim paling mungkin akan menghasilkan kehamilan pada hari-hari di mana terdapat lendir serviks dengan kesuburan tinggi, terdapat sensasi basah atau licin pada vulva, dengan lendir serviks yang transparan dan elastis.



Jumlah lendir subur paling banyak terjadi pada satu atau dua hari sebelum hari puncak dan merupakan waktu dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Hari puncak hari terakhir ketika lendir yang subur ada sering bersamaan dengan waktu ovulasi. Pergeseran suhu menyakinkan bahwa ovulasi sedang terjadi. Pada waktu tingkat kesuburan maksimum, serviks tinggi, pendek, lurus, lembek, dan terbuka dan mengalirkan lendir yang subur.

Hitunglah Masa Subur
Selain perubahan fisik, masa subur ini dapat dihitung di atas kertas. Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan siklus menstruasi. Dalam menghitung masa subur diperlukan siklus menstruasi bulanan. Anda sebaiknya membuat catatan mengenai siklus menstruasi secara teratur setiap bulannya.

Caranya mudah yaitu dengan menuliskan pada buku diary atau dengan memberi tanda pada kalender menggunakan spidol berwarna. Tandai hari pertama menstruasi yaitu hari pertama siklus dimana keluar bercak-bercak kecoklatan sampai kemerahan. Hari-hari selanjutnya diberi nomer namun tidak termasuk hari pertama menstruasi berikutnya.

Meskipun ada yang mengusulkan untuk membuat catatan menstruasi selama setahun (menogram). Dibutuhkan minimal pola menstruasi 3 bulan terakhir misal 28 hari, 30 hari, 27 hari kemudian dibuat rata-ratanya. Jika rata-ratanya menghasilkan 28 hari yang berarti kondisi normal, maka masa suburnya akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya.

Perhitungan masa subur ini akan efektif bila siklus menstruasinya normal yaitu 21-35 hari. Jika anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal, perhitungan menjadi tidak akurat dan kemungkinan besar gagal. Namun tidak ada salahnya jika mau mencoba.

Untuk yang siklus menstruasinya tidak teratur dapat menggunakan data siklus menstruasi selama 6 bulan (6 siklus). Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus menstruasi dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus menstruasi dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur. Jika siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari. Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama menstruasi.

Dari beberapa buku yang saya baca mengenai kehamilan, usia paling aman untuk hamil adalah 25-35 tahun. Intinya, secara fisik dan psikis sang ibu sudah cukup siap untuk bereproduksi.

Secara umum, usia tersebut berarti:
- Telah memiliki kematangan kepribadian dan kedewasaan berpikir. Usia 20an
telah melewati fase pencarian jati diri dan mulai memantapkan karir.
- Hormon juga jauh lebih stabil dibandingkan masa remaja.


Mengapa harus menjaga jarak kelahiran?

1. Memberi waktu bagi rahim, hormon, dan organ-organ terkait dengan melahirkan untuk memulihkan dirinya.
Kondisi tubuh ibu akan kembali normal setelah 2 tahun melahirkan anak pertama. Saat itulah tubuh ibu siap mengandung janin baru.

2. Perhatian kepada anak pertama
Jarak anak pertama dengan yang kedua terlalu dekat (< style="color: rgb(0, 0, 255);">3. Kemandirian anak
Bayangkan, betapa repotnya mengurus 2 bayi. Meskipun salah satu akan Anda serahkan kepengurusannya pada pengasuh, tetap saja mereka berdua membutuhkan perhatian yang sama besar dari Anda. Akan lebih mudah jika anak pertama sudah bisa diajak berkomunikasi, cukup bisa mengurus dirinya sendiri, dan mampu mengemong adiknya.[]